Patah karenamu, cintamu akan tetap tinggal di bersamaku hingga akhir hayatku dan setelah kematian, hingga tangan Tuhan akan menyaatukan kembali kita lagi, btpapn hati tlah terpikat pada sosok terang, pada kegelapan yang tengah menghidupkan sinar lembutku, namun tak dapat menyinari dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya, aku tidak pernah menemukan cinta yang lain selain cintamu karena mereka…..
Kamis, 27 Oktober 2011
MENULIS SURAT PRIBADI
Surat merupakan salah satu alat komunikasi yang masih banyak digunakan. Ada dua macam jenis surat, yaitu surat kedinasan dan surat pribadi. Surat kedinasan adalah surat yang ditulis berkaitan dengan kepentingan kedinasan, kelembagaan. Padaumumnya, surat kedinasan bersifat resmi dan dibubuhi stempel. Ada pun surat pribadi adalah salah satu bentuk surat-menyurat yang ditulis seorang sebagai pribadi dan tidak berkaitan dengan kedinasan. Pada umumnya, surat pribadi bersifat tidak resmi dan berisi masalah-masalah pribadi.
Meskipun bersifat tidak resmi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat pribadi,antara lain etika dan sopan-santun berkirim surat. Bahasa yang digunakan dalam surat pribadi tergantung dari orang yang menerima sirat. Misalnya, menulis surat kepada guru berbeda bahasanya dengan menulis surat kepada sahabatmu.
Apabila kamu menulis surat kepada guru, sebaiknya menggunakan bahasa baku atau formal. Lain halnya jika kamu menulis surat kepada sahabatmu,tidak harus menggunakan bahasa baku tetapi dapat memakai bahasa yang biasa kamu pakai dalam pergaulan sehari-hari. Seperti surat-surat yang lain, surat pribadi juga mempunyai format atu pola tertentu.
Kau bagaikan mentari yang selalu menyinari hidupku..Kau bagaikan penuntun dalam setiap langkah ini..Kau penyemangat untukku..Kau bagaikan bulan yang selalu menerangi di setiap malam..Kau seperti bintang , yang selalu mencerahakan hati ini..kau segalanya bagiku…mungkin tanpa dirimu, aku tak tau apa jadinya..Tetaplah untuk selalu di sisiku, menemani hati ini untuk selamanya…
Peluklah seseorang yang kamu sayangi waktu dia masih ada di hatimu,
jaga dan lindungi dia waktu dia takut,
hapus air matanya waktu dia manangis,buatlah dia tertawa waktu bersedih,
rasakan kesedihannya pada saat dia berduka & jangan membuat hatinya terluka,
karena pada saat nanti kamu kan sadar betapa pentingnya dia,
kamu kan menyesal saat dia tak berada di sampingmu tuk pergi selamanya & takkan kembali sampai kapanpun….
jaga dan lindungi dia waktu dia takut,
hapus air matanya waktu dia manangis,buatlah dia tertawa waktu bersedih,
rasakan kesedihannya pada saat dia berduka & jangan membuat hatinya terluka,
karena pada saat nanti kamu kan sadar betapa pentingnya dia,
kamu kan menyesal saat dia tak berada di sampingmu tuk pergi selamanya & takkan kembali sampai kapanpun….
PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN PADA
MAKHLUK HIDUP
Setiap makhluk hidup mengalami perubahan sepanjang hidupnya. Perubahan tersebut terkadang menunjukkan perubahan ukuran dari kecil menjadi besar, dari pendek menjadi tinggi, dari ringan menjadi berat, dan seterusnya. Ukuran yang berubah ini merupakan ukuran-ukuran yang dapat diukur dengan alat ukur tertentu atau dikenal dengan sebagai ukuran kualitatif.
Perubahan lainyang dapat terjadi sepanjang masa hidupnya adalah perubahan yang dapat mengarah pada kedewasaan atau perubahan-perubahan yang tidak dapat diukur dengan alat ukur. Perubahan ini dikenal sebagai perkembangan.
A. TAHAPAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP MENJADI DEWASA
Tahapan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut:
1. Pembelahan Sel Zigot
Sel zigot menjalani serangkaian pembelahan secara mitosis,. Sel anakan yang dihasilkan menyusun diri sehingga terbentuk rongga berisi cairan yang disebut blastosoel. Tahapan pembentukan bola sel yang berongga disebut blastula.
2. Morfogenesis
Sel embrio terus membelah diri bergerak-gerak dan menata dirinya menjaddi bentuk tertentu. Proses tersebut ditentukan oleh factor genetic dan dipengaruhi oleh factor lingkungan.
3. Diferensiasi Sel
Sel embrio berkembang membentuk struktur dan fungsi khusus yang akan difungsikan pada saat menjadi dewasa. Misalnya pembentukan sel syaraf dan sel otot pada hewan serta pembentukan meristem batang dan akar pada tumbuhan.
4. Pertumbuhan
Setelah terbentuk organ tubuh, selanjutnya pertumbuhan organism itu sendiri. Organisme menjadi lebih besar karena pembelahan sel atau pembesaran sel atau karena kedua-duanya.
B. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN
Pertumbuhan adalah penambahan ukuran atau isi sel yang tidak dapat balik kembali (irreversible).
Pertumbuhan menyangkut aspek kuantitatif suatu perkembangan sehingga dapat diukur dengan alat ukur tertentu.
Pertumbuhan pada tumbuhan disebabkan oleh dua hal, yaitu:
1. Pertumbuahan jumlah sel sekaligus sebagai hasil belahan sel secara mitosis pada tiitk tumbuh (meristem). Meristem terdapat pada ujung-ujung pokok dan cabang-cabang serta akar. Ada dua macam tunas pada batang, yaitu tunas yang terletak pada ujung batang disebut dengan tunas terminal dan tunas yang terletak di samping sepanjang batang disebut tunas lateral yang dapat menghasilkan cabang, daun, atau bunga.
2. Pembesaran atau pemanjangan sel
Pertumbuhan besar batang ditentukan oleh adanya jaringan kambium. Kambium berfungsi membentuk xilem dan floem baru.
C. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuh. Pertumbuhan merupakan hasil aktivitas pembelahan sel secara mitosis pada sel tubuh. Pembelahan mitosis berakibat jumlah sel bertambah dan sel membesar.
Perkembangan merupakan hasil diferensiasi sel yang telah membelah. Perkembangan menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pada tubuh. Pada vertebrata yang pembuahannya terjadi di luar tubuh (fertilisasi eksternal), telur mempunyai pertumbuhan dan perkembangan dalam waktu yang relatif singkat.
Pada vertebrata yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal), embrio terlindung di dalam rahim induk. Pada mamalia yang mempunyai plasenta embrio yang dikandung mendapat makanan dari induk dengan perantara plasenta. Lama pertumbhan sampai menjadi fetus (masa kehamilan) antara mamalia yang satu dengan lainnya berbeda-beda. Makin besar tubuhnya makin lama masa hamilnya.
PERKEMBANGAN PADA
MAKHLUK HIDUP
Setiap makhluk hidup mengalami perubahan sepanjang hidupnya. Perubahan tersebut terkadang menunjukkan perubahan ukuran dari kecil menjadi besar, dari pendek menjadi tinggi, dari ringan menjadi berat, dan seterusnya. Ukuran yang berubah ini merupakan ukuran-ukuran yang dapat diukur dengan alat ukur tertentu atau dikenal dengan sebagai ukuran kualitatif.
Perubahan lainyang dapat terjadi sepanjang masa hidupnya adalah perubahan yang dapat mengarah pada kedewasaan atau perubahan-perubahan yang tidak dapat diukur dengan alat ukur. Perubahan ini dikenal sebagai perkembangan.
A. TAHAPAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP MENJADI DEWASA
Tahapan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut:
1. Pembelahan Sel Zigot
Sel zigot menjalani serangkaian pembelahan secara mitosis,. Sel anakan yang dihasilkan menyusun diri sehingga terbentuk rongga berisi cairan yang disebut blastosoel. Tahapan pembentukan bola sel yang berongga disebut blastula.
2. Morfogenesis
Sel embrio terus membelah diri bergerak-gerak dan menata dirinya menjaddi bentuk tertentu. Proses tersebut ditentukan oleh factor genetic dan dipengaruhi oleh factor lingkungan.
3. Diferensiasi Sel
Sel embrio berkembang membentuk struktur dan fungsi khusus yang akan difungsikan pada saat menjadi dewasa. Misalnya pembentukan sel syaraf dan sel otot pada hewan serta pembentukan meristem batang dan akar pada tumbuhan.
4. Pertumbuhan
Setelah terbentuk organ tubuh, selanjutnya pertumbuhan organism itu sendiri. Organisme menjadi lebih besar karena pembelahan sel atau pembesaran sel atau karena kedua-duanya.
B. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN
Pertumbuhan adalah penambahan ukuran atau isi sel yang tidak dapat balik kembali (irreversible).
Pertumbuhan menyangkut aspek kuantitatif suatu perkembangan sehingga dapat diukur dengan alat ukur tertentu.
Pertumbuhan pada tumbuhan disebabkan oleh dua hal, yaitu:
1. Pertumbuahan jumlah sel sekaligus sebagai hasil belahan sel secara mitosis pada tiitk tumbuh (meristem). Meristem terdapat pada ujung-ujung pokok dan cabang-cabang serta akar. Ada dua macam tunas pada batang, yaitu tunas yang terletak pada ujung batang disebut dengan tunas terminal dan tunas yang terletak di samping sepanjang batang disebut tunas lateral yang dapat menghasilkan cabang, daun, atau bunga.
2. Pembesaran atau pemanjangan sel
Pertumbuhan besar batang ditentukan oleh adanya jaringan kambium. Kambium berfungsi membentuk xilem dan floem baru.
C. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuh. Pertumbuhan merupakan hasil aktivitas pembelahan sel secara mitosis pada sel tubuh. Pembelahan mitosis berakibat jumlah sel bertambah dan sel membesar.
Perkembangan merupakan hasil diferensiasi sel yang telah membelah. Perkembangan menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pada tubuh. Pada vertebrata yang pembuahannya terjadi di luar tubuh (fertilisasi eksternal), telur mempunyai pertumbuhan dan perkembangan dalam waktu yang relatif singkat.
Pada vertebrata yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal), embrio terlindung di dalam rahim induk. Pada mamalia yang mempunyai plasenta embrio yang dikandung mendapat makanan dari induk dengan perantara plasenta. Lama pertumbhan sampai menjadi fetus (masa kehamilan) antara mamalia yang satu dengan lainnya berbeda-beda. Makin besar tubuhnya makin lama masa hamilnya.
Langganan:
Postingan (Atom)