1. Apa tujuan dibentuknya OSIS ?
2. Apa visi dan misi OSIS ?
3. Struktur organisasi apa saja yang terdapat di dalam organisasi ini ?
4. Apa tugas utama dari setiap struktur organisasi tersebut ?
5. Apa saja tugas yang dilakukan oleh ketua OSIS ?
6. Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam organisasi ini ?
7. Apa yang di bahas saat kegiatan rapat OSIS ?
8. Bagaimana keadaan fasilitas di dalam organisasi ini ?
9. Apa saja yang dilakukan untuk meningkatkan mutu sekolah ini ?
10. Motto apa yang terdapat dalam organisasi ini ?
1. Tujuan dibentuknya OSIS adalah untuk menjembatani kedekatan hubungan antara siswa dengan guru .
2. Visi :
Membentuk kebersamaan
Saling menghargai walaupun beda agama
Misi :
Belajar bersama
Saling mengisi kekosongan waktu bila sedang belajar bersama
Saling berinteraksi agar bisa saling mengenal lebih dekat antar siswa dengan guru
3. Ketua, wakil ketua, bendahara, sekertaris, seksi TIK, seksi upacara, seksi budi pekerti, seksi kerohanian, seksi berorganisasi, seksi pembinaan kepribadian,seksi keterampilan, seksi persepsi kreasi seni, seksi pembinaan prestasi akademik sesuai bakat dan minat .
4. Ketua : Pemimpin rekan-rekannya dalam kegiatan
Wakil ketua : Membantu ketua dalam menjalankan tugas
Bendahara : Mengatur keuangan
Sekertaris : Membantu membuat struktur organisasi
5. Memberi arahan kepada staf-stafnya untuk menjalankan tugasnya masing-masing .
6. -Mengadakan lomba-lomba agar siswa-siswinya dapat motivasi untuk berkarya lebih banyak lagi
-Membimbing peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah
7. Tergantung problem .
8. Kurang memadai .
9. Mengajak siswa-siswi untuk aktif, kreatif dalam berbagai bidang tertentu yang di kuasainya .
10. “THERE IS A WILL. THERE IS A WAY”….
THANKS
Kamis, 27 Oktober 2011
Bersamamu aku bahagia….
Bersamamu aku senang….
Bersamamu aku tertawa ….
Bersamamu aku tenang ….
Bersamamu aku terlindungi….
Bersamamu aku aman….
Bersamamu aku merasa hangat….
Bersamamu . . . . .
Bersamamu . . . . .
dan hanya cukup untuk bersamamu….
ya,
saat-saat yang indah, yaitu saat bersamamu ……
SAHABAT
Bersamamu aku senang….
Bersamamu aku tertawa ….
Bersamamu aku tenang ….
Bersamamu aku terlindungi….
Bersamamu aku aman….
Bersamamu aku merasa hangat….
Bersamamu . . . . .
Bersamamu . . . . .
dan hanya cukup untuk bersamamu….
ya,
saat-saat yang indah, yaitu saat bersamamu ……
SAHABAT
AJI SAKA
Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang di perintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain.
Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan.
Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu.
Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya.
Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu.
Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya.
Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya.
Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak.
Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahannya yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.
Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan.
Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu.
Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya.
Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu.
Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya.
Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya.
Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak.
Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahannya yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.
Langganan:
Postingan (Atom)