Kamis, 27 Oktober 2011

Bersamamu aku bahagia….
Bersamamu aku senang….
Bersamamu aku tertawa ….
Bersamamu aku tenang ….
Bersamamu aku terlindungi….
Bersamamu aku aman….
Bersamamu aku merasa hangat….
Bersamamu . . . . .
Bersamamu . . . . .
dan hanya cukup untuk bersamamu….
ya,
saat-saat yang indah, yaitu saat bersamamu ……

SAHABAT
Aku tak punya sesuatu tuk di banggakan, tapi kalian mengajarkanku tentang kebersamaan yang membuatku sadar bahwa aku punya kalian..
Jika suatu hari nanti kalian menemukan seseorang yang lebih baik dari aku , aku mohon sisakan satu ruang kecil untuk menyimpan satu saja kenangan bersamaku ………

AJI SAKA

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang di perintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain.
Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan.
Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu.
Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya.
Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu.
Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya.
Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya.
Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak.
Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahannya yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.

Senin, 24 Oktober 2011

Cewek nangis bukan karna lemah,
terkadang mereka lelah, karna tak ada yang mengerti perasaan mereka....

Sabtu, 10 September 2011

Kadang orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakitimu..
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang , jangan lepaskan dia..
Jangan percaya bahwa melepaskan berarti kamu benar-benar mancintainya..
Melainkan berjuanglah demi cintamu..
Cinta yang agung adalah ketika kamu menitihkan air mata dan masih perduli terhadapnya  ..
Masih menunggu dengan setia ketika dia tak memperdulikanmu..
Ketika dia mencintai orang lain dan kamu masih tersenyum untuknya, dan berkata "aku turut bahagia"...
CINTA KARNA TERPAKSA BAGAIKAN PASIR DALAM GENGGAMAN ....
Kenyataan sungguhlah menyakitkan .....
Puaskah kau lukaiku..
Puaskah kau sakitiku.....
Puaskah khianatiku..